MINT-DS

Jakarta, Indonesia

Mendesain sebuah kantor yang kemudian dapat dialihfungsikan menjadi rumah tinggal menjadi tantangan bagi arsitek untuk menciptakan ruang yang nyaman untuk bekerja dan tinggal. Rukan tipikal biasanya memiliki site memanjang dengan tangga pada bagian belakang dengan bukaan yang hanya ada pada fasad bangunan. Proyek yang berlokasi pada sebuah lingkungan perumahan di Jakarta Selatan ini berdiri di lahan yang memanjang. Perumahan di sekitar site sebagian besar terdiri atas 2 hingga 3 lantai. Pertimbangan lahan memanjang adalah minimnya akses cahaya alami pada massa bangunan terutama bagian belakang yang seharusnya dapat mendukung suasana ruang yang nyaman, baik sebagai kantor ataupun rumah tinggal. Sedangkan ketinggian bangunan di sekitar site mempermudah desain kantor agar memiliki fungsi ruang yang maksimal dengan tetap menjaga horizon bangunan.

Latar belakang kantor yang bergerak di industri kreatif dengan sebagian besar anak muda sebagai karyawan membuat desain ruang yang unik menjadi sebuah identitas kantor. Layout kantor juga mendukung komunikasi dan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi. Untuk mendukung berbagai aktivitas, maka ruang kantor dibagi menjadi beberapa fungsi, seperti ruang meeting, ruang staff yang fleksibel dengan layout open work spaces, dan supporting space, seperti ruang foto yang mendukung fungsi kantor. Selain itu, fungsi informal juga tetap disediakan untuk lingkungan bekerja yang fun seperti adanya ruang brainstorming dan open spaces (balkon) yang bisa digunakan untuk merokok dan meningkatkan terjadinya interaksi informal.

Penyesuaian terhadap kebutuhan kantor dan pertimbangan lahan menjadikan kualitas bangunan harus lebih baik daripada rukan pada umumnya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kami merespon ide ini dengan memberikan variasi level pada plat lantai dan memberikan light well di area belakang untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam bangunan. Pengunaan atap pelana pada desain arsitektur digunakan agar membentuk ruang yang memiliki bukaan-bukaan unik dan tetap menyatu dengan perumahan di sekitarnya.

Area lantai dasar digunakan sebagai area parkir, lobby, pantry, dan service, sementara area lantai 1 dan 2 didedikasikan sebagai area kerja dan komunal yang dihubungkan dengan tangga pada bagian belakang. Balkon dan bukaan pada area kerja, serta penggunaan desain ceiling yang tinggi dimaksudkan untuk framing the view dari ruang kerja karena lokasi bangunan yang berada persis di seberang taman sehingga kesan outdoor bisa dihadirkan dengan fokus pada pepohonan yang terlihat dari dalam ruang. Ruang meeting yang diletakkan pada level mezzanine menjadi ruang perantara antara lantai 1 dan 2. Ruang meeting ini diberikan bukaan yang cukup sehingga mampu memberikan akses cahaya baik dari depan maupun belakang sisi bangunan.

Sebagian besar material yang digunakan dalam proyek ini adalah baja dan kayu. Baja digunakan pada struktur utama dan fungsi sederhana seperti railing, sedangkan kayu digunakan pada ruang kerja untuk kenyamanan visual dan pada fasad bangunan. Sedangkan fasad utama bangunan dirancang menggunakan material yang tipis dan ringan dengan tekstur batu. Pola garis serta solid-void yang dihasilkan oleh balkon menjadikan fasad tidak monoton. Sehingga ekspresi bangunan modern dapat dihadirkan tidak terlalu mencolok dari lingkungannya namun masih memiliki karakter yang kuat.

Dengan beberapa pertimbangan fungsi yang tepat guna, bentuk ruang yang unik tapi sederhana, dan material yang memanjakan kenyamanan visual terhadap desain rumah kantor menjadikan arsitektur yang nyaman untuk bekerja. Cahaya alami yang menjadi masalah utama rukan dapat diatasi dengan adanya split level agar rukan memiliki kualitas hunian yang baik. Desain seperti ini juga diharapkan dapat mewadahi aktivitas yang beragam secara optimal.

Pondok Pinang, Jakarta Selatan   |   13 Photos
Araya, Malang   |   11 Photos