DFORM

Jln. Masjid Baiturrahim No.60D

Dalam teorinya, alam selalu dipercaya membawa hal positif dalam desain. Namun, kami mengerti bahwa banyaknya alam yang terikat dengan bangunan dapat menjadi suatu kelemahan dalam bangunan jika tidak di dekati dengan baik.

 

Berlokasi di Ubud, Bali, lahan terletak di sawah beserta dengan gunung sebagai pemandangannya. Dengan kondisi tersebut, lahan sudah memiliki begitu banyak warna dan atmosfer. Persawahan di sekelilingnya menawarkan warna hijau kekuningan yang berubah seiring dengan musim panen, Jalan setapak diantara persawahan memberi aksen warna tanah yang cukup, air irigasi yang bercampur dengan tanah membawa atmosfer yang tenang begitu juga dengan langit disekitarnya.

 

Dengan mengkonstruksi fasad yang terdiri dua gubahan kotak berbentuk rumah dengan finishing beton dan cat putih, kami ingin memastikan bahwa bangunan ini tidak menganggu pemandangan di sekitarnya.

 

Dalam organisasi ruang, bangunan memberikan dua macam celah bukaan sehingga ruang di dalamnya tidak hanya berfungsi sebagai hunian namun juuga sebagai tempat yang nyaman untuk menikmati pemandangan ubud. Yang pertama adalah,bukaan yang sempit, diadakan dengan cara memberikan lorong yang menyempit dengan bukaan di tiap ujungnya serta skylight diatasnya sehingga memberikan kesan pemandangan yang disembunyikan dan tentunya akan memberi kesan yang berbeda pada pemandangan itu sendiri.

 

Selain itu juga bukaan juga dihadirkan dengan memberi akses pemandangan yang meluas dengan cara menngaplikasikan kaca besar pada tiap ruangan. Bukaan ini memberikan kesan nyaman dan aman yang biasanya disamakan dengan kemampuan penghuni untuk melihat kejadian-kejadian yang ada di luar. Sedangkan untuk kolam renang, kami membiarkannya terbuka sehingga dapat menyatu dengan alam ubud.

 

Untuk menciptakan pengalaman yang memukau, interior bangunan menggunakan skema warna yang sama seperti fasad dengan penambahan warna-warna kayu. Casa Avana, maka dari itu merupakan produk arsitektur yang dihasilkan dari adanya hubungan antara alam dan bangunan yang dipelihara dan dirangkai sedemikian rupa sehingga pada akhirnya casa avana mampu berfungsi baik secara fungsional, emosional dan juga dapat menyatu dengan alam disekitarnya.

Ubud   |   6 Photos

Terletak pada lahan 115 m2 dengan total luasan terbangun 88.42, hunian ini berusaha mengaburkan batas lantai atas dan lantai dasar sehingga timbul rasa keterdekatan antar lantai dengan membangun ruang keluarga dengan ketinggian 2 lantai. Keinginan untuk terjalin komunikasi yang mudah antara lantai atas dan dasar tidak hanya diselesaikan dengan membubuhkan void namun juga dengan memilih material-material yang berkesan ringan, bersih dan cenderung transparan.

 

Selain material yang memainkan tone yang bersih, pemakaian warna-warna kayu juga diaplikasikan dalam hunian untuk memberi kesan ramah dan hangat yang sangat penting dalam hunian.

 

Adanya teras belakang yang hanya dibatasi oleh pintu kaca menjadikan persepsi ruang keluarga menjadi semakin lebar. Sehingga ruangan-ruangan di dalam menjadi lebih hidup dan sehat dengan didukungnya sirkulasi udara yang lancar dan penerangan alami yang cukup.

Cirendeu   |   5 Photos

Terletak pada lahan 115 m2 dengan total luasan terbangun 88.42, hunian ini berusaha mengaburkan batas lantai atas dan lantai dasar sehingga timbul rasa keterdekatan antar lantai dengan membangun ruang keluarga dengan ketinggian 2 lantai. Keinginan untuk terjalin komunikasi yang mudah antara lantai atas dan dasar tidak hanya diselesaikan dengan membubuhkan void namun juga dengan memilih material-material yang berkesan ringan, bersih dan cenderung transparan.

 

Selain material yang memainkan tone yang bersih, pemakaian warna-warna kayu juga diaplikasikan dalam hunian untuk memberi kesan ramah dan hangat yang sangat penting dalam hunian.

 

Adanya teras belakang yang hanya dibatasi oleh pintu kaca menjadikan persepsi ruang keluarga menjadi semakin lebar. Sehingga ruangan-ruangan di dalam menjadi lebih hidup dan sehat dengan didukungnya sirkulasi udara yang lancar dan penerangan alami yang cukup.

Cirendeu   |   6 Photos

Terletak pada lahan 218 m2 dengan kondisi lahan yang memanjang menjadikan desain berpusat pada permasalahan sirkulasi udara yang pada umumnya hanya didapat dari arah depan bangunan dapat mencapai bagian belakang.

Penghadiran taman di bagian belakang dirasa kurang cukup untuk mengakomodasi baik kebutuhan cahaya maupun udara dalam hunian, sehingga diperlukan celah yang cukup lebar pada sisi samping kanan maupun kiri hunian.

Untuk memaksimalkan cahaya yang masuk maka penggunaan material di interior hunian pun lebih banyak bermain pada warna putih dan corak warna kayu pada beberapa furniture. 

Veteran   |   9 Photos

Rumah seluas 200 m2 ini terletak pada daerah Ubud Bali. Daerah ini terkenal dengan keindahan dan keasrian alamnya yang dikelilingi oleh sawah padi yang luas dan hutan hijau yang padat.

Rumah ini dirancang untuk dapat menangkap keindahan alam Ubud. Dengan menciptakan desain yang rendah hati dan ramah lingkungan, rumah ini diharapkan dapat mengakomodasi hubungan yang lebih erat antara ruang dalam dan ruang luar yang tercipta.

Keintiman ini diraih dengan memaksimalkan bukaan pada bangunan rumah pada alam sekitar. Dengan begitu terciptalah pengalaman ruang yang lebih kaya dengan meniadakan batas ruang luar dan dalam.

Bayangkanlah bangun dipagi hari dengan diiringi aroma wangi embun yang mebasahi tanah, sebuah sentuhan lembut angin yang dihembuskan oleh pepohonan diseberang ufuk, dan disambut oleh hijaunya warna ladang padi yang luas.

Ubud   |   7 Photos

Rumah seluas 300 meter persegi ini berdiri di atas sebuah lahan hoek dengan luas 468 meter persegi. 


Rumah ini berdiri di atas sebuah lahan hoek pada daerah Pulo Gadung Jakarta Timur. Fasad bangunan yang didesain clean dimaksudkan untuk menciptakan kesan moderen dan minimalis.

Konsep lantai pada rumah didesain split level untuk membagi area privat dan semi-privat, di sisi lain konsep ini digunakan untuk menciptakan pengalaman ruang yang lebih interaktif bagi penghuninya. Penempatan ruang bersama pada setiap lantai merupakan upaya untuk mendukung ruang yang lebih interaktif bagi setiap anggota keluarga.

Bukaan-Bukaan pada bangunan dirancang untuk mempermudah pencahayaan alami dan udara luar masuk ke dalam ruangan.Konsep ini dimaksudkan untuk menciptakan ruang dalam yang lebih sehat.

Pulo Gadung   |   10 Photos

Bangunan terletak pada lahan hoek di daerah serpong. 

Konsep massa bangunan dibagi menjadi dua gubahan berdasarkan fungsi hunian dan fungsi servis. Massa bangunan yang lebih kecil digunakan sebagai fungsi servis, sementara massa yang lebih besar difungsikan sebagai hunian utama. Gubahan massa utama dibuat sedikit miring ke arah hoek sebagai penyesuaian terhadap bentuk tapak dan arah datang sinar matahari. 

Bukaan-bukaan pada bangunan dibuat menghadap arah Utara dan Selatan, hal ini dimaksudkan untuk  menjaga kenyamanan ruang dalam melalui pencahayaan alami dan sirkulasi udara.

Serpong   |   7 Photos

Pengusungan tema ‘greenhouse’ menjadi latar belakang dari seluruh hasil desain dalam hunian ini. Seperti layaknya tanaman-tanaman yang terpamerkana walaupun berada di dalam green house, hal pertama yang kami lakukan adalah memastikan seluruh program ruang dalam hunian ini dapat ditampilkan pada fasad dengan didukung oleh material kaca, namun di sisi lain tetap memberi privasi yang nyaman untuk penghuni. Massa bangunan diletakkan tidak menyentuh dinding batas kavling, sehingga lansekap mengelilingi seluruh bangunan

 

Pada lantai bawah lansekap bagian luar diteruskan ke dalam sehingga beririsan dengan gugusan isi massa. massa-massa ini terkesan menyatu dengan ruang luarnya, layaknya berada diluar, langsung diatas lansekap. pada lantai atas tiap ruang tidur memiliki teras rumput masing-masing.

Kebon Jeruk   |   10 Photos

OF-House
Bandung, indonesia

berada di kawasan perumahan, rumah ini memiliki luasan site sebesar 260m2 sedangkan bangunan 84m2
.owner menginginkan rumah dengan taman luar yang luas tetapi masih terdapat privasi, maka dari itu dibuatlah penutup taman semi publik. terdapat bukaan yang besar pada area  ruang keluarga yang langsung mengarah ke arah taman .

OF-House
located in a residential area, this house has a 260 square meters of site area and 84 square meters of land which is built.
the owner wanted a house with a spacious outdoor garden, but still have privacy,so we made the cover for
semi-public garden. And there is a large open in the livingroom which leads directly into the garden, so the owner can feel the fresh air when they spend their time in the living room.

Bandung   |   8 Photos

C-Center
Jakarta, indonesia

Bangunan ini di desain se fungsional mungkin dan worth dengan budget yang dikeluarkan, maka dari itu bangunan ini mengikuti grid dan tidak menggunakan banyak aditif-substraktif untuk mengurangiu penambahan struktur. Di lantai utama terdapat living room, master bedroom, dining, kitchen and backyard. and in the second floor terdapat reading room, 2 children room and service area like housemaid room and ruang cuci.


C-Center
c-center is one of cluster of A delightfully green boutique property development in the tranquil south of Jakarta where is have 124 square meters. The house is designed to be functional and worth with the overall budget, and therefore this building follows the grid and does not use much additive-subtractive to reduce additional structures. On the main floor there is a living room, master bedroom, dining, kitchen and backyard. In the second floor there is a reading room, 2 children room and service area like Housemaid room and a laundry room. 

Veteran   |   7 Photos

Ketika arsitek memutuskan untuk menaruh bangunan dalam suatu keadaan alam, kita harus benar-benar mengerti penyelesaian-penyelesaian terhadap kondisi eksisting sehingga tidak menimbulkan kerugian setelahnya. Kehadiran arsitektur yang kurang terselesaikan dengan baik mampu memicu timbulnya dampak-dampak negatif yang merugikan tidak hanya bangunan itu sendiri namun bangunan sekitar.

Terletak di Arcamani, Bandung, lahan dikelilingi oleh dinding hunian warga sekitar yang sudah berjamur. Khawatir akan menyebarnya jamur, diberilah jarak pada bagian samping-samping hunian sehingga terciptalah sirkulasi udara yang cukup untuk menekan pertumbuhan jamur itu sendiri. Namun, celah udara yang tersebar di tepi hunian ini dirasa tidak dapat difungsikan kembali sehingga menjadi space yang terbuang. untuk meminimalisir hal tersebut, hunian diputar 60 derajat mengikuti arah masuknya angin, sehingga celah-celah udara dapat difungsikan sebagai taman serta hunian mendapat angin yang cukup.

Tidak hanya melalui gubahan massa saja, cara-cara menghindari timbulnya jamur juga di siasati dengan banyaknya bukaan-bukaan baik untuk memasukkan cahaya saja maupun besertaan dengan udara dalam interior hunian ini.

Arcamanik   |   6 Photos

Memiliki sebuah hunian di Jakarta Selatan dengan hiruk pikuk serta traffic yang padat di sekitarnya menjadikan klien dalam project ini menginginkan adanya courtyard yang cukup luas di dalam huniannya.

 

Memahami bahwa klien mengharapkan rumah sebagai tempat untuk beristirahat, dengan lahan yang cukup luas, courtyard diletakkan di tengah bangunan dengan ruang-ruang lain disekitar mengelilingi void yang diciptakan courtyard tersebut. Dengan solusi ini, klien tidak perlu berjalan kesuatu ruangan untuk melepas penat dan bersantai sejenak. Alih-alih ia dapat menikmati courtyard dari manapun ia berada. Adanya courtyard di tengah hunian juga memberikan sirkulasi udara yang lancar dan cahaya matahari yang cukup.

Veteran   |   7 Photos

Seperti halnya sebuah makhluk hidup, hunian yang sehat adalah hunian yang mampu memberikan akses terhadap alam seperti pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup untuk memfasilitasi secara baik aktivitas yang terjadi di dalam hunian.

Terletak di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara, lingkungan yang telah dipadati penduduk ini tidak menyisakan lahan yang cukup luas untuk mengakomodasi secara maksimal kebutuhan penghuni. Selain itu, sisi samping kanan dan kiri lahan yang sudah rapat oleh warga sekitar, menjadikan tidak adanya sirkulasi udara yang cukup. 

Alih-alih menyisakan lahan di sisi-sisi samping, hunian dibentuk dengan permainan 2 massa dengan celah diantaranya sebagai ruang cahaya dan udara. Pengaplikasian kisi-kisi kayu pada fasad depan hunian yang terhubung dengan inner courtyard dimaksudkan agar udara yang masuk dapat lebih dahulu tertreatment dengan courtyard. Dengan solusi-solusi tersebut, keinginan klien untuk mendapatkan hunian yang sehat dan berfungsi dengan baik dapat tercapai.

Gunung Sahari   |   6 Photos