Delution Design

Jalan Bintaro Tengah Blok N2 no.41, Jakarta Selatan

The Equalizer

The Equalizer adalah suatu konsep arsitektur Metafora dari sebuah Irama dalam aktifitas di kehidupan kita, Irama menjadi satu kata kunci bagi Arsitek dalam merancang bangunan yang memiliki 3 Fungsi utama ini yaitu Rumah Produksi, Studio Musik, dan Studio Balet. Arsitek mencoba mencari benang merah dari ketiga kegiatan tersebut dan diperolehlah Kata Irama yang akhirnya diimplementasikan ke dalam Bentuk Equalizer sebagai representasi dari Irama tsb. Naik turunnya sebuah equalizer diartikan sebagai suatu irama yang tidak terlepas dari suatu aktifitas perfilm-an, musik dan tari ballet. Hal ini membuat seolah bangunan ini memiliki Irama seperti kegiatan-kegiatan yang diwadahinya.

Berawal dari Konsep massa yang ada, Arsitek membelah massa menjadi 2 bagian utama, dimana massa pertama memiliki proporsi tinggi keatas, dan massa kedua memiliki proporsi maju kedepan, ini simbolik gerakan tangan seorang Dirigen dalam mengatur irama, jarak antara massa digunakan sebagai akses serta menjadi Koridor berbentuk T yang akhirnya menciptakan efek Triple Cross Ventilation, dimana angin dan Sinar matahari dapat masuk dan keluar lewat 3 jalur yang berbeda.

Bentuk massa kotak yang ada juga disesuiakan dengan jarak struktur yang tipikal sehingga menghasilkan efisiensi biaya saat proses konstruksinya. Bangunan ini dirancang Glassless yang artinya minim kaca, dikarenakan kegiatan utama sebagai Studio Musik dan Studio Produksi Film membutuhkan kondisi ruang yang kedap, sehingga kecilnya kaca akan mengoptimalkan soundproof system dalam bangunan ini. Fasade bangunan yang memiliki kaca kecil memanjang, selain sebagai Optimizer sounproof juga berfungsi sebagai pemblok matahari barat yang berada persis didepan bangunan ini.

Setiap lantai diberikan area komunal terbuka sebagai area interaksi tamu yang datang, sekaligus menjadi Area greenery di bangunan ini. Pada area lantai 1 terdapat cafetaria kecil dilengkapi dengan kolam sebagai air cooler menuju ke dalam koridor utama bangunan. Parkiran dan tembok pembatas dibuat dengan elemen greenery sehingga membuat Iklim mikro di bangunan ini menjadi lebih sejuk. Tembok pada koridor-koridor dalam bangunan dibuat dari pelesteran guratan air terjun sehingga menciptakan suatu kesan yang lebih dingin pada bangunan ini.

Konsep Metafora equalizer diterapkan ke berbagai bentuk elemen pada bangunan ini, sebagai simbol utama, Fasade di-equalizerkan oleh bata tempel yang disorot lampu sebagai elemen penegasnya, disusul dengan bentuk lampu plafond, handle, dekorasi dinding, sign ruang, dan Plafond Ruang balet yang sama yaitu membentuk equalizer.

Elemen green architecture juga diterapkan dalam bangunan ini, selain memperhatikan efek cross ventilation dan greenery, Arsitek juga merancang 85% area Lantai 1 diluar bangunan merupakan area resapan tanah yang diimplementasikan dalam Carport rumput dan grassblock pada area servisnya, sehingga menjadi peresap air hujan yang baik.

Jatiwaringin, Jakarta Timur   |   5 Photos

SPPI Office

A small office with SPPI branding identity, where a blue, white and red colour as main ambience of this office.

Kota Kasablanka   |   8 Photos

Splow House

As Jakarta is one of the most populous city in the world, we as the architect should find solutions when our client wants us to design a comfort house in small area with plenty of required room and limited budget. In 6 m x 15 m land area, the architect tries to make the house gets a lot of sunshine and good air circulation so the house can save the energy from lamps or air conditioners, with suitable space and budget. The house with 6 m width in a dense environment in Tebet, Jakarta Selatan. Limited budget with plenty of required room make the architect create Split-Grow House concept which means a split house that can be grown or build more someday depends on client’s budget to build the house. The split concept is used to manipulate the face of the house. The house requires 3 floor height but with split concept it only seen as 2 floor height from facade. It also makes this house adjust other houses height.

 

Tebet, Jakarta   |   14 Photos

OMG Office

OMG Indonesia merupakan perusahaan Advertising Multinasional dengan cakupan se-Asia Pasifik. Kantor cabang yang terletak di daerah Deplu Jakarta Selatan ini didesain dengan mengdepankan branding Identity yang kuat sehingga sangat mereferensikan Brand dari OMG Indonesia itu sendiri. 3 Warna utama yang dipilih yaitu Merah, Hitam, dan Putih merupakan warna Utama dalam Logo OMG itu sendiri dan di-Mix oleh permainan Kayu Natural Sungkai yang dipasang vertikal sehingga menghasilkan perpaduan yang menarik.Pada Area Lobby terdapat Meja Recepsionist yang dihadapkan ke arah kursi tunggu tamu yang dimana kursi tersebut menyatu dengan tangga yang ada, sehingga tidak terkesan itu adalah kursi. Dibelakang meja resepsionist terdapat Logo-logo semua perusahaan dibawah Holding OMG Indonesia ini sendiri. Setelah melewati Lobby kita akan sampai dilantai 2, dimana warna merah akan menjadi Aksen utama yang mendominasi suasana interiornya, dimana Warna merah ini akan menciptakan suatu jalur Akses yang menjadi tempat akses utama para Karyawan. Selain merah, warna hitam dan putih juga ikut melengkapi elemen kantor sehingga sangat terasa Branding dari Logo OMG itu sendiri yang terdiri dari Merah, Hitam, dan Putih.Area Kerja dibagi menjadi per divisi yang ada, dimana antar divisi dipisahkan oleh sekat yang berbentuk jajaran genjang sebagai bentuk filosofi suatu perusahaan yang selalu maju dan tidak pernah mundur. Di beberapa sudut ruang juga terdapat beberapa Quote Mutiara sebagai motivasi dan pengingat agar karyawan dapat selalu bekerja lebih baik lagiUntuk Ruang para petinggi dan Direkturnya disekat oleh kaca yang dilewati oleh Red strips sebagai elemen Branding dari OMG itu sendiri. Plafond dalam ruangan Direktur dikombinasikan dari elemen kayu sungkai dan Akrilik lampu sehingga menghasilkan suasana desain yang dinamis.
Grha Adhi Media   |   16 Photos

The Wind Strips

Rumah yang terletak di Maleo 7 Bintaro ini berawal dari sebuah renovasi tumbuh yang dilakukan bertahap. Tanpa banyak mengubah struktur rumah, arsitek melakukan beberapa bedak arsitektural dan menambah ruang yang menjadi kebutuhan dari klient itu sendiri. Gaya Rumah diubah dari gaya tropis menjadi modern contemporer dengan memanfaatkan kaca nako yang diimplementasikan dengan tampilan dan teknis yang berbeda. Material nako dipilih karna dapat dibuka tutup sehingga dapat menjadi pengalir udara yang optimal ke dalam rumah. Kaca nako tersebut diselang-selingkan dengan kaca bening dan reyband sehingga menimbulkan permainan cahaya dan menjadi fasade rumah yang unik. Area bawah dioptimalkan menjadi taman terbuka serta menjadi outdoor communal area bagi penghuni rumah tersebut. Arsitek mengolah taman lengkap dengan kolam, bebatuan serta satu buah kursi beton sebagai fasilitas berinteraksi. Perubahan taman ini sekaligus menjadikan konsep rumah ini tanpa pagar dan open kepada siapapun yang melewatinya, mengingat lokasinya yang berada di ujung sebuah komplek yang cukup secure. Pot-pot beton yang ditanami tanaman ikut memberikan kesan segar pada rumah ini.
Bintaro-9   |   6 Photos

Askaria House

Rumah yang terletak di Tanjung Duren ini, dirancang dengan konsep ekonomis namun tetap estetis. Struktur Baja WF menjadi pilihan karna pertimbangan waktu penyelesaian yang cepat dan relatif ekonomis. Baja-baja WF tersebut menjadi kesatuan elemen estetis rumah yang di ekspose namun difinishing cat hitam serta dilengkapi beberapa permainan lampu di sela-selanya. Segala material yang digunakan disini, hampir seluruhnya unfinished dengan lantai acian mentah serta dinding menggunakan kayu jati belanda, sehingga menhadirkan suasana interior yang industrial homey. Layout ruat dirancang fungsional dengan ukuran-ukuran ruang yang optimal, tentu saja dengan taman kecil pada bagian belakang rumah agar rumah tetap segar dengan cahaya dan udara. Pada bagian fasade bangunan menggunakan kayu dengan rangka baja yang dapat digeser dan dibagi menjadi 5 daun dengan railnya masing-masing. Ini membuat fasade rumah dapat berubah-ubah dan digeser sesuai fungsi yang diinginkan. Taman luar yang sempit dikemas denga tampilan area berinteraksi dilengkapi dengan satu buah kursi beton sebagai fasilitasnya.
Kepa Duri, Jakarta Barat   |   8 Photos

Prikarsa Office

Kantor Butik yang terletak di Kota Kasablanca ini adalah kantor yang memiliki fungsi menaungi kantor sewa yang terdiri dari total 13 unit ruang yang bisa disewa. Adapun target penyewa adalah para pemula perusahaan yang masih memiliki karyawan jumlah kecil dengan jumlah 2-5 orang. Konsep yang dihardirkan adalah dekoratif strips yang dipalikasikan pada beberapa elemen interiornya. Seperti penggunaan kayu strips merah pada area lobby dan ruang diskusinya, membuat kantor ini terkesan megah saat pengunjung masuk kedalamnya. Selain diterapkan pada dekorasi kayu, strips juga diaplikasikan pada pola sanblast kaca yang ada di setiap ruangnya sehingga pola strips ini menjadi elemen utama desain pada kantor ini. Pada area depan terdapat area diskusi yang dikombine dengan area pantry. Dimana di area ini kayu stripsnya menyambung dari tembok hingga plafond membuat konsep strips seolah menjadi payung bagi pengguna area ini. Pada area depan terdapat ruang meeting yang tersembunyi dibalik dekoratif kayu strips tersebut. Yang dimana pintunya juga dibuat menyatu dengan elemen dekoratif tersebut, sehingga terkesan seperti hidden door. Selain menerapkan unsur strips, arsitek juga menggunakan elemen kayu tipis sebagai rangka loker bagi pada penyewa tenant ruang. Disamping area recepsionist juga terdapat fake tree sebagai elemen penyegar ruangan ini.
Kota Kasablanka   |   15 Photos

BBDO Indonesia

BBDO is an agency engaged in the field of large-scale Global advertising based in New York. When this project tendering brief began, the client wanted a very different and dynamic office shades which can provoke creative ideas from the employees. Thus we made a very unique, eye-catching and philosophically creative design that is applied to almost all the elements in the interior design of this Indonesia BBDO Office. Starting from the work table, floor, furniture, lights, doors, wall elements, to the lighting concept, each area has a unique and different lighting concept with warm white tone.

The lobby area has a big wave lamp made of corrugated iron put together in a wavy form, giving the flow impression for the people entering the office. Other than these lights, visitors will also be greeted by Indonesian-themed receptionist table with batik stamp elements that are processed into the table leather in order to assert that BBDO Indonesia also has a local character even though it is based in New York. After passing the receptionist area, visitors will encounter a communal space composed of puff chairs shaped like a ladder that can be set in many ways.

Behind this area is the main boardroom hidden between three-colored decorative wood elements which completely hide the boardroom. The other side of the working area is the area of people in high positions. This area uses a box concept that is applied by parquet wood and clear glass, making an impression that there is a room inside a room thus the leaders may still have privacy while maintaining the performance of his subordinates.

Each room in the BBDO Office Area has different lighting concept. The Boardroom uses continuous lighting concept which is integrating wall and ceiling lighting elements. Small meeting rooms use square concept with different sizes arranged randomly. The working area uses Maze-shaped lamps arranged from basic TL lamps. The Creative Director Area uses raw light bulbs arranged in different heights to philosophically represent the ideas of the creative director. Also, some spots have small meeting tables with floor-sitting concept imitating the Japanese culture such that each employee can discuss without having to use the meeting room.

All corners of the wall can be written to arouse the generation of creative ideas. These concept is delivered by using black glass and blackboard. The whole office uses Contemporary Industrial concept where all the materials are still unfinished, e.g. the polished concrete floor and ceiling showing off all its utility elements.

Kota Kasablanka   |   21 Photos

BPB Office

Kantor yang terdiri dari gabungan 5 perusahaan ini memiliki karakter Square Warm Beige, dimana Klient yang memiliki ke-lima perusahaan tersebut sangat ingin kantornya memiliki nuansa yang hangat dengan elemen perpaduan Putih-Beige yang dikombinasikan warna lampu warm white. Arsitek mengajukan konsep Squaring dengan menerapkan banyak unsur dekoratif square di semua sisi Interiornya baik dari sekat antar Karyawan, lampu plafond, sanblast kaca hingga beberapa elemen dindingnya, namun dengan tetap menggunakan tone white-beige. Pada lantai 2 terdapat 3 ruangan GM dan beberapa karyawan yang terdiri dari 5 perusahaan, ruangan GM dibatasi oleh sekat kusen dengan modular square yang diaplikasikan oleh kusen alumunium putih yang dilapisi oleh sanblast stiker dengan modul kotak-kotak. Sehingga GM memiliki area sendiri namun tidak terlalu tertutup dan tetap dapat memantau pekerjaan anak buahnya diluar ruangan. Area karyawan menggunakan konsep meja kerja long table yang menyambung panjang sehingga dapat memaksimalkan space yang ada, di atas meja terdapat cabinet berbentuk square yang disusun secara acak sehingga menciptakan elemen kabinet yang menarik. Di lantai 1 terdapat area untuk hotspot yang disebut thinkpod dimana area ini dapat difungsikan untuk beberapa karyawan perusahaan yang bersifat tidak mengikat dengan tempat kerja yang fleksibel dan dapat berpindah-pindah. Material yang digunakan di proyek ini adalah wallpaper, tembok aci cat, HPL, dan batu bata putih yang dimana seluruhnya menggunakan tone White-Beige. Sehingga kantor ini memiliki kesan yang sangat homey dan warm sesuai dengan keinginan pemilik perusahaan.
Jakarta Selatan   |   11 Photos

Rasyid Office

Kantor yang terletak di daerah Departemen Luar Negeri ini adalah kantor seorang pebisnis dengan sektor bisnis yang bermacam-macam dan berubah dari waktu ke waktu atau bisa dibilang tidak tetap. Konsep utama Interior adalah Industrial Office dengan perpaduan antara material-material mentah yang difinishing serba clear membuat kantor industrial ini terlihat elegan. Owner memang menyukai gaya-gaya industrial sejak semasa mudanya membuat tidak sulit bagi arsitek untuk meyakinkannya untuk menggunakan konsep ini. Material Lantai yang berupa Acian mentah menunjukan keaslian dari semen itu sendiri. Beberapa lapisan dinding terbuat dari perpaduan Kayu Jati Belanda serta Acian mentah Semen Hitam semakin membuat kesan industrial di kantor ini terasa Nyata. Arsitek juga menggunakan bentuk dasar Trapesium dalam mendesign beberapa elemen interiornya dari kabinet, meja recepsionist hingga pola stiker sanblastnya. Bentuk kabinet kantor yang trapesium ini membuat tampilan kanto serta fungsionalnya menjadi unik. Pada bagian plafond dibuat dari kayu Jati Belanda solid yang dijajarkan dan diwarnai oleh lampu panjang yang disusun tidak beraturan memberikan kesan pencahayaan yang menarik bagi Kantor ini.
Jakarta Selatan   |   8 Photos

Anglo Euro

360

PT Anglo Euro Energi Indonesia is an Indonesian Energy Infrastructure Developer and Energy Trading Company. Current projects include re-activation of 70,000 bpd Aromatics Refinery, Storage Terminals for LNG, LPG, Middle Distillates, Crude & Condensate.

Plaza Indonesia   |   10 Photos